- BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan, Meskipun Turun Hujan di Sejumlah Wilayah Karhutla
- Hasil Pemilu Israel 2026 Belum Dapat Dipastikan, Penentuan Kursi Knesset Jadi Sorotan
- UPN Veteran Jawa Timur Dorong Keberlanjutan Desa Ngadisari Bromo Lewat Maskot dan Gim Edukatif
- Bruno Fernandes Patah Hati di MU, AC Milan Mulai Pantau Peluang Transfer
- Makna Sumpah Pemuda bagi Generasi Indonesia Saat Ini: Menjaga Persatuan di Era Digital
- UPN Veteran Jawa Timur Petakan Kondisi Mangrove Pasuruan dengan Citra Satelit dan Analisis Geokimia
- Indonesia Juara Umum Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Raih Tiga Gelar Juara
- Prodi Bisnis Digital Gelar SANDIVA 2026 Bersama Empat Institusi di Indonesia
- Prestasi Asian Para Games 2026 di Jepang, Indonesia Raih 15 Medali Emas dan Finis di Posisi Delapan
- Hari Santri Nasional 2026: Menguatkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Hasil Pemilu Israel 2026 Belum Dapat Dipastikan, Penentuan Kursi Knesset Jadi Sorotan

Zona Today - Informasi mengenai hasil Pemilu Israel 2026 perlu merujuk pada pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum Israel atau data tepercaya yang telah dipublikasikan. Tanpa rekapitulasi resmi yang dapat dikonfirmasi, perolehan suara partai, jumlah kursi di parlemen, serta siapa yang berpeluang membentuk pemerintahan belum dapat dinyatakan sebagai hasil final.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa penghitungan suara Pemilu Israel telah selesai pada Kamis, 29 Oktober 2026. Hasil penghitungan tersebut menempatkan Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai peraih kursi terbanyak. Meski demikian, hasil tersebut masih menunggu pengesahan resmi yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu, 4 November 2026.
Likud Raih 27 Kursi, Yashar Berada di Posisi Kedua
Berdasarkan hasil penghitungan yang diberitakan media Israel, Likud memperoleh 27 kursi di Knesset, parlemen Israel yang memiliki total 120 kursi. Posisi berikutnya ditempati Partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot dengan 21 kursi. Sementara itu, partai atau aliansi Beyachad memperoleh 12 kursi dan Joint List meraih 11 kursi.
- Bruno Fernandes Patah Hati di MU, AC Milan Mulai Pantau Peluang Transfer0
- Indonesia Juara Umum Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Raih Tiga Gelar Juara0
- Prestasi Asian Para Games 2026 di Jepang, Indonesia Raih 15 Medali Emas dan Finis di Posisi Delapan0
- Veda Ega Pratama Bidik Podium Perdana di GP Australia, Start Terdepan Jadi Modal Penting0
- Selamat Ulang Tahun Prabowo Subianto ke-75, Doa dan Harapan untuk Presiden RI0
Sejumlah partai lain juga berhasil mendapatkan perwakilan di parlemen. The Democrats dan Ra'am masing-masing memperoleh delapan kursi. Yisrael Beiteinu, Otzma Yehudit, dan United Torah Judaism masing-masing mendapatkan tujuh kursi. Adapun Shas serta Religious Zionism memperoleh enam kursi berdasarkan rincian penghitungan yang dilaporkan.
Angka tersebut menunjukkan persaingan politik yang cukup ketat. Kemenangan Likud sebagai partai dengan kursi terbanyak tidak otomatis menjamin Netanyahu dapat mempertahankan pemerintahan, sebab pembentukan pemerintahan di Israel membutuhkan dukungan mayoritas anggota parlemen.
Blok Netanyahu Belum Mengamankan Mayoritas Parlemen
Salah satu sorotan utama dari hasil Pemilu Israel 2026 adalah tidak adanya blok politik yang berhasil memperoleh mayoritas 61 kursi. Blok partai pendukung pemerintahan Netanyahu mengumpulkan 53 kursi, sedangkan blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot memperoleh 48 kursi.
Sementara itu, partai-partai Arab secara keseluruhan memperoleh 19 kursi. Perolehan tersebut membuat mereka berpotensi memiliki posisi penting dalam pembicaraan pembentukan pemerintahan berikutnya, terutama karena kedua blok utama belum mencapai ambang mayoritas.
Situasi ini membuka ruang bagi berbagai kemungkinan politik, mulai dari negosiasi koalisi lintas kelompok hingga pembentukan pemerintahan dengan dukungan parlemen yang lebih luas. Namun, kesepakatan politik belum dapat dipastikan hanya berdasarkan hasil penghitungan suara.
Penghitungan Suara Selesai, Pengesahan Resmi Menyusul
Penghitungan mencakup surat suara khusus yang dikenal sebagai double-envelope ballots, termasuk suara dari personel militer, diplomat, narapidana, serta pemilih yang tidak dapat memberikan suara di tempat pemungutan suara reguler. Setelah proses tersebut diselesaikan, Komisi Pemilihan Umum Pusat Israel menyampaikan rekapitulasi penghitungan dengan 5.589.836 suara masuk, terdiri atas 5.564.764 suara sah dan 25.072 suara tidak sah.
Tingkat partisipasi pemilih dilaporkan mencapai 77,7 persen. Angka ini menjadi salah satu catatan penting dalam pemilu kali ini karena menunjukkan tingginya keterlibatan masyarakat Israel dalam menentukan komposisi parlemen.
Meski penghitungan telah selesai, hasil tersebut masih menjalani tahapan pemeriksaan dan pengesahan. Komisi Pemilihan Umum Israel dijadwalkan mengumumkan hasil resmi pada 4 November 2026. Karena itu, pembagian kursi yang beredar saat ini perlu dipahami sebagai hasil penghitungan yang telah diselesaikan, tetapi belum menjadi hasil final yang disahkan.
Negosiasi Koalisi Menjadi Penentu Pemerintahan Berikutnya
Setelah hasil resmi diumumkan, perhatian politik akan beralih pada proses pembentukan pemerintahan. Presiden Israel Isaac Herzog dijadwalkan berkonsultasi dengan faksi-faksi di parlemen sebelum menunjuk anggota Knesset yang akan diberi mandat untuk membentuk pemerintahan baru.
Dalam situasi tanpa mayoritas yang jelas, kemampuan partai-partai membangun kesepakatan akan menjadi faktor penting. Netanyahu masih memiliki peluang untuk mempertahankan kekuasaan, tetapi bloknya membutuhkan tambahan dukungan. Di sisi lain, oposisi juga harus mencari dukungan yang cukup agar dapat membentuk pemerintahan alternatif.
Dengan demikian, hasil Pemilu Israel 2026 belum langsung menentukan siapa yang akan memimpin pemerintahan berikutnya. Likud memang unggul sebagai partai individual dengan 27 kursi, tetapi peta koalisi dan hasil negosiasi politik akan menentukan arah pemerintahan Israel selanjutnya.
Perkembangan pengesahan hasil pemilu dan pembicaraan koalisi masih perlu dipantau. Dua hal tersebut akan menjadi penentu apakah Netanyahu dapat mempertahankan jabatan perdana menteri atau justru terjadi perubahan kepemimpinan di Israel.
Informasi hasil penghitungan dan perkembangan politik tersebut dapat ditelusuri melalui laporan CBS News, laporan Globes, serta portal Komisi Pemilihan Umum Pusat Israel.
Hashtag : #PemiluIsrael2026 #HasilPemiluIsrael #IsraelElection2026 #BenjaminNetanyahu #Knesset #PolitikIsrael #BeritaInternasional #ZonaToday











