UPN Veteran Jawa Timur Petakan Kondisi Mangrove Pasuruan dengan Citra Satelit dan Analisis Geokimia

By Redaksi ZN 27 Okt 2026, 06:02:50 WIB Pendidikan
UPN Veteran Jawa Timur Petakan Kondisi Mangrove Pasuruan dengan Citra Satelit dan Analisis Geokimia

ZONA TODAY SURABAYA–PASURUAN, Oktober 2026 — Tim peneliti Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur mengembangkan metode terpadu untuk memetakan kondisi ekosistem mangrove di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian ini menggabungkan teknologi citra satelit resolusi tinggi, analisis geokimia tanah dan sedimen, serta pengukuran fisiologis vegetasi untuk memperoleh gambaran kondisi lingkungan pesisir secara lebih komprehensif.

Berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, penelitian tersebut diarahkan untuk mendukung pemantauan lingkungan dan pengelolaan kawasan mangrove berbasis data ilmiah. Pendekatan ini mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi ekosistem pesisir, mulai dari aktivitas pertanian, industri, tambak, aliran sungai, hingga perubahan penggunaan lahan.


Gambar 1. Tim peneliti UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan pengambilan sampel tanah dan sedimen untuk analisis karakteristik lingkungan kawasan mangrove Pasuruan

Melalui integrasi data lapangan dan informasi penginderaan jauh, tim peneliti berupaya mengidentifikasi variasi kondisi vegetasi serta kawasan yang membutuhkan pengamatan lebih lanjut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi ilmiah dalam perencanaan perlindungan dan rehabilitasi mangrove di Kabupaten Pasuruan.

Kolaborasi UPN Veteran Jatim dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan

Penelitian ini melibatkan tim UPN “Veteran” Jawa Timur yang terdiri atas Dinna Hadi Sholikah, Restu Hikmah Ayu Murti, Amri Muhaimin, Ahmad Dzaki Akmal Yuda, dan Audris Thalita Nur Ababil. Dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan, kegiatan tersebut melibatkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan drh. Ainur Alfiyah serta Kepala Bidang Perikanan Wakhid Setiyantoro, S.Pi., M.P.

Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan penelitian akademik dengan kebutuhan pengelolaan sumber daya wilayah pesisir. Informasi mengenai karakteristik tanah, kualitas lingkungan, sebaran vegetasi, dan potensi tekanan terhadap ekosistem mangrove dapat membantu mengidentifikasi kawasan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, drh. Ainur Alfiyah, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mendukung pembangunan daerah melalui penelitian dan penerapan inovasi teknologi.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada UPN ‘Veteran’ Jawa Timur atas kontribusi dan sinergi yang telah terjalin bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Kehadiran perguruan tinggi melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan inovasi dan teknologi memberikan nilai positif bagi pembangunan daerah,” demikian pernyataan Ainur Alfiyah dalam keterangan yang disiapkan untuk publikasi.

Ia juga berharap kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pengamatan Mangrove Menggunakan Citra Satelit dan Data Lapangan

Penelitian dilakukan di sepanjang kawasan Kali Raci dan ekosistem mangrove Pasuruan. Tim menyusun titik pengamatan dengan interval spasial sekitar 250 meter untuk merepresentasikan variasi kondisi lanskap dari kawasan pesisir menuju daratan, termasuk wilayah yang berdekatan dengan aktivitas industri, pertanian, tambak, dan aliran sungai.

Pengamatan lapangan mencakup karakteristik tanah dan sedimen, tingkat keasaman atau pH, konduktivitas listrik (electrical conductivity/EC), kandungan logam berat, kondisi vegetasi, serta indeks klorofil daun mangrove. Data tersebut kemudian diintegrasikan dengan informasi citra multispektral resolusi tinggi dan Sentinel-2.

Penggunaan citra satelit memungkinkan peneliti mengevaluasi perbedaan respons spektral vegetasi yang tidak selalu dapat dikenali melalui pengamatan visual biasa. Dengan menggabungkan indeks vegetasi dan hasil pengukuran langsung di lapangan, kondisi tutupan mangrove dapat dikaji secara lebih terukur dalam skala lanskap.

Analisis Awal Menunjukkan Variasi Kandungan Logam Berat

Pada tahap analisis geokimia awal, tim membandingkan empat karakteristik penggunaan lahan, yaitu kawasan silvofishery atau tambak, sungai di sekitar kawasan industri, lahan pertanian jagung, serta sungai kering yang berdekatan dengan lahan pertanian.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa pH tanah berada pada kisaran 7,65–8,96, sedangkan konduktivitas listrik berkisar antara 0,35–1,25 mS/cm. Konsentrasi timbal (Pb) tercatat sebesar 4,64–5,73 mg/kg, sementara kadmium (Cd) berada pada rentang hasil pengukuran hingga 0,15 mg/kg.

Temuan awal menunjukkan bahwa lahan pertanian jagung memiliki konsentrasi Pb dan Cd tertinggi di antara empat lokasi pengamatan, masing-masing sebesar 5,73 mg/kg dan 0,15 mg/kg. Sebagai perbandingan, lokasi sungai di belakang kawasan pabrik memiliki konsentrasi Pb sebesar 4,75 mg/kg dan Cd sebesar 0,11 mg/kg.

Perbedaan tersebut mengindikasikan bahwa distribusi logam berat di kawasan pesisir tidak selalu mengikuti pola sederhana berdasarkan jarak dari kawasan industri. Karakteristik penggunaan lahan, aliran air, sedimentasi, sifat fisik dan kimia tanah, serta kemungkinan masukan dari berbagai aktivitas manusia perlu dianalisis secara bersamaan.

Tim peneliti menegaskan bahwa hasil pengujian awal tersebut belum cukup untuk menetapkan sumber pencemaran ataupun menyimpulkan tingkat risiko ekologis secara menyeluruh. Diperlukan penambahan titik pengamatan, pengukuran parameter pendukung, dan pembandingan dengan nilai acuan yang sesuai agar interpretasi hasil penelitian menjadi lebih kuat.

Pengukuran Klorofil untuk Mengevaluasi Kondisi Vegetasi Mangrove

Selain menguji tanah dan sedimen, tim peneliti mengukur indeks klorofil daun menggunakan SPAD Chlorophyll Meter. Pengukuran dilakukan melalui 40 pengamatan pada kelompok vegetasi yang mencakup Rhizophora spp., Avicennia spp., dan Acanthus ilicifolius.

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Rhizophora spp. memiliki rata-rata nilai SPAD tertinggi, yaitu 43,43 ± 5,92. Berikutnya, Acanthus ilicifolius mencatat nilai rata-rata 40,80 ± 4,94, sedangkan Avicennia spp. memiliki rata-rata 35,19 ± 7,15.

Analisis statistik awal menunjukkan adanya perbedaan nilai SPAD antarkelompok vegetasi. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa karakteristik fisiologis daun dapat bervariasi menurut jenis tanaman dan kondisi tempat tumbuhnya.

Meski demikian, nilai SPAD tidak dapat digunakan secara langsung untuk menyimpulkan bahwa satu jenis mangrove lebih sehat dibandingkan jenis lainnya. Perbedaan karakteristik antarspesies, umur daun, kondisi habitat, dan faktor lingkungan tetap perlu diperhitungkan dalam interpretasi hasil pengukuran.

Identifikasi Kawasan Prioritas untuk Pengelolaan Mangrove

Hasil pengamatan lapangan dan interpretasi spasial menunjukkan bahwa kondisi tutupan mangrove di kawasan penelitian tidak seragam. Pada sejumlah lokasi ditemukan indikasi fragmentasi vegetasi dan tekanan akibat aktivitas penggunaan lahan, termasuk perubahan fungsi kawasan serta pemanfaatan kayu mangrove.

Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya pemantauan ekosistem mangrove yang tidak hanya memperhatikan luas tutupan vegetasi, tetapi juga mempertimbangkan kualitas habitat, karakteristik tanah dan sedimen, serta respons fisiologis tanaman.


Gambar 2. Keterlibatan mahasiswa dalam inventarisasi vegetasi, pengukuran parameter lingkungan, dan pengambilan sampel pada kawasan mangrove Pasuruan.

Integrasi data citra multispektral dan geokimia diarahkan untuk membantu mengidentifikasi kawasan yang membutuhkan pengamatan lebih intensif, perlindungan vegetasi, maupun evaluasi kebutuhan rehabilitasi. Informasi tersebut berpotensi menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan program pengelolaan pesisir sesuai karakteristik lingkungan setempat.

Bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan, pendekatan berbasis data ini dapat menjadi salah satu referensi ilmiah untuk mendukung pemantauan ekosistem mangrove, pengelolaan wilayah yang berdekatan dengan aktivitas perikanan dan pertanian, serta perencanaan rehabilitasi lingkungan yang lebih tepat sasaran.

Penelitian Berlanjut Menuju Sistem Pemantauan Pesisir Berbasis Data

Tim peneliti menyampaikan bahwa kegiatan ini masih berada pada tahap pengembangan basis data dan analisis awal. Tahap berikutnya akan difokuskan pada perluasan pengujian laboratorium, penambahan parameter tanah dan sedimen, serta integrasi hasil pengamatan lapangan dengan informasi spektral pada lokasi yang sama.

Dinna Hadi Sholikah dari Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur menjelaskan bahwa pendekatan terpadu diperlukan untuk memahami ekosistem mangrove sebagai lanskap yang dipengaruhi berbagai faktor lingkungan.

“Pendekatan ini membantu kami melihat ekosistem mangrove bukan hanya dari satu titik pengukuran, tetapi sebagai suatu lanskap yang dipengaruhi penggunaan lahan, aliran air, sifat sedimen, dan kondisi vegetasi. Data laboratorium dan penginderaan jauh perlu dibaca bersama agar rekomendasi pengelolaan pesisir lebih tepat sasaran,” jelas Dinna.

Pengembangan basis data spasial ke depan berpotensi mendukung sistem pemantauan kondisi mangrove yang dapat diperbarui secara berkala. Namun, penerapannya masih memerlukan validasi data, pengembangan metode analisis, dan koordinasi lebih lanjut dengan pemangku kepentingan terkait.

Penelitian yang didanai melalui Internal Research Program of the Institute for Research and Community Services (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur dalam skema Mangrove and Coffee Thematic Grant Scheme ini diharapkan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Melalui kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan rekomendasi pengelolaan sumber daya pesisir. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi, data ilmiah, dan kerja sama antarlembaga.


Kontak untuk Media
Dr. Dinna Hadi Sholikah, S.P., M.P.
Program Studi Agroteknologi
Fakultas Pertanian
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
E-mail: dinna.hadi.fp@upnjatim.ac.id

Hashtag : #UPNVeteranJawaTimur #MangrovePasuruan #PenelitianMangrove #CitraSatelit #AnalisisGeokimia #KonservasiMangrove #LingkunganPesisir #ZonaToday




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment