SURABAYA, ZonaToday.com — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur memperkuat upaya pelestarian batik melalui inovasi digital dan kolaborasi internasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional bersama Wistara Batik pada 10 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari International Summer Program Fasilkom 2026 yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.
Mengusung tema “Empowering Wistara Batik Through Digital Innovation and Cultural Heritage Preservation”, kegiatan ini menghubungkan pemanfaatan teknologi dengan pelestarian warisan budaya Indonesia.
- Perkembangan Karhutla di Indonesia: Kebakaran Melanda Sejumlah Wilayah, Pemadaman Terus Dilakukan0
- Tips Menghadapi Krisis Bisnis agar Reputasi Perusahaan Tetap Terjaga0
- Martha Tilaar Meninggal Dunia, Legenda Kosmetik RI Tutup Usia0
- Kebakaran Hutan Jatim: Konten Kreator Malaysia Ikut Protes0
- Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Survei CELIOS Soroti Pajak0
Diikuti 26 Peserta dari 12 Negara
Program ini diikuti 26 peserta dari 12 negara, yakni Indonesia, Madagaskar, Yaman, Gambia, Pakistan, Timor-Leste, Tajikistan, Ethiopia, Rusia, India, Tunisia, dan Prancis.
Keberagaman peserta membuka ruang pertukaran pengetahuan dan perspektif lintas budaya. Batik diperkenalkan bukan hanya sebagai produk tekstil, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia.
Melalui pengalaman langsung bersama Wistara Batik, peserta diajak memahami nilai estetika, kreativitas, serta pengetahuan yang diwariskan antargenerasi melalui tradisi membatik.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan pendekatan yang mampu menjangkau generasi baru dan masyarakat internasional.

Inovasi Digital Buka Peluang Pengembangan Batik
Selain mengenalkan nilai budaya, kegiatan ini menyoroti potensi teknologi digital dalam memperluas jangkauan industri kreatif berbasis batik.
Pemanfaatan platform digital dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Teknologi juga membuka peluang untuk menyampaikan cerita, filosofi, dan proses kreatif di balik setiap karya batik.
Dengan pendekatan tersebut, digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga dapat mendukung dokumentasi dan penyebarluasan pengetahuan mengenai warisan budaya.
Integrasi teknologi dan pelestarian budaya menjadi penting agar batik tetap dikenal dan memiliki daya tarik di tengah perubahan perilaku masyarakat serta perkembangan industri kreatif.
Peran Perguruan Tinggi dalam Pelestarian Budaya
Dekan Fakultas Ilmu Komputer UPN “Veteran” Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Novirina Hendrasarie, MT., menjadi bagian penting dalam penguatan arah internasionalisasi fakultas yang menghubungkan pendidikan, teknologi, dan kontribusi sosial.
Melalui program ini, Fasilkom mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan industri modern, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Kolaborasi dengan Wistara Batik mempertemukan kapasitas perguruan tinggi dalam pengembangan pengetahuan dan inovasi dengan pengalaman pelaku industri kreatif dalam menjaga keberlangsungan praktik budaya.
Sinergi tersebut membuka peluang pembelajaran yang menghubungkan teknologi dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan potensi ekonomi berbasis budaya.
Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional ini juga berkaitan dengan sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Pembelajaran langsung dan pertukaran perspektif lintas negara memberikan pengalaman pendidikan yang memperluas pemahaman peserta mengenai budaya Indonesia.
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Pengembangan batik sebagai bagian dari industri kreatif berpotensi membuka peluang ekonomi dan memperkuat keberlanjutan usaha berbasis budaya.
SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung inovasi, memperluas jangkauan informasi, dan memperkenalkan produk batik kepada pasar yang lebih luas.
SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Upaya memperkenalkan dan menjaga warisan budaya turut mendukung kesadaran akan pentingnya pelestarian identitas budaya dalam pembangunan berkelanjutan.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kolaborasi Fasilkom UPN “Veteran” Jawa Timur, Wistara Batik, dan peserta internasional mencerminkan pentingnya kemitraan serta pertukaran pengetahuan lintas negara.
Kolaborasi Digital dan Budaya untuk Masa Depan Batik Indonesia
Melalui International Summer Program 2026, Fasilkom UPN “Veteran” Jawa Timur memperluas ruang kolaborasi antara pendidikan tinggi, teknologi, dan pelestarian budaya.
Kegiatan bersama Wistara Batik menunjukkan bahwa warisan budaya dapat diperkenalkan melalui pendekatan pembelajaran lintas budaya dan pemanfaatan inovasi digital.
Integrasi teknologi, pendidikan, dan kolaborasi internasional diharapkan dapat memperkuat pengenalan batik Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan industri kreatif yang berkelanjutan.














