Komandan Batalyon I Tjakrabirawa yang Jadi Pemimpin Lapangan Peristiwa G30S/PKI

By Redaksi ZN 30 Sep 2026, 05:42:24 WIB Sejarah Indonesia
Komandan Batalyon I Tjakrabirawa yang Jadi Pemimpin Lapangan Peristiwa G30S/PKI

Kategori: Sejarah Nasional | Oleh: Redaksi Sejarah | Diterbitkan: Selasa, 30 September 2026 Zona Today G30SPKI - Peristiwa berdarah dini hari 1 Oktober 1965 tersebut berujung pada gugurnya enam jenderal dan satu perwira pertama Angkatan Darat. Langkah taktis Letkol Untung saat itu dipicu oleh hembusan isu mengenai adanya "Dewan Jenderal" yang dituding hendak melakukan kudeta terhadap pemerintahan sah Presiden Soekarno.

Strategi Pembagian Pasukan Operasi G30S/PKI

Memanfaatkan pengaruh dan jaringannya, Letkol Untung mengonsolidasikan elemen militer yang terdiri dari sebagian personel Batalyon I Tjakrabirawa, dibantu unsur dari Batalyon 454 Kodam Diponegoro, Batalyon 530 Kodam Brawijaya, serta sukarelawan Pemuda Rakyat. Dalam merancang aksi lapangan ini, Untung membagi kekuatan militernya menjadi tiga kelompok tugas utama:

  • Pasukan Pasopati: Dipimpin oleh Letnan Satu Doel Arif, kelompok ini mendapat mandat langsung untuk mengeksekusi misi penculikan terhadap target tujuh jenderal Angkatan Darat.
  • Pasukan Bimasakti: Bertugas menguasai area-area vital di pusat ibu kota Jakarta, termasuk mengamankan kawasan sekitar Monumen Nasional (Monas) dan menguasai kantor Radio Republik Indonesia (RRI).
  • Pasukan Pringgodani: Bertanggung jawab penuh atas pengamanan basis utama pergerakan di kawasan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma sekaligus mengantisipasi perlindungan Presiden Soekarno.
Catatan Sejarah: Melalui siaran RRI Jakarta yang berhasil dikuasai pada pagi hari 1 Oktober 1965, Letkol Untung menandatangani dokumen resmi pembentukan Dewan Revolusi Indonesia sekaligus menyatakan kabinet dalam status demisioner.

Karier Cemerlang yang Berakhir Tragis

Sebelum terseret ke dalam lingkaran konflik politik bersenjata, Untung Syamsuri—yang lahir dengan nama asli Kusman di Kebumen—merupakan seorang serdadu murni dengan rekam jejak militer mumpuni. Ia merupakan salah satu lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) Semarang dan sempat menorehkan prestasi dalam Operasi Mandala saat pembebasan Irian Barat. Prestasi lapangan inilah yang membawanya masuk ke dalam lingkaran elite Resimen Tjakrabirawa.

Namun, setelah operasi G30S/PKI berhasil diredam dalam waktu singkat oleh internal Angkatan Darat, pelarian Untung pun dimulai. Ia akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat keamanan di wilayah Tegal, Jawa Tengah pada 11 Oktober 1965 setelah sempat berupaya melarikan diri menggunakan transportasi bus umum.

Vonis Mati Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub)

Pasca-penangkapan, perjalanannya berakhir di meja hijau pengadilan militer. Pada tanggal 7 Maret 1966, Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Letkol Untung setelah ia dinyatakan sah dan meyakinkan bersalah memimpin gerakan bersenjata yang merongrong kewibawaan negara. Upaya permohonan grasi yang diajukannya pun ditolak, hingga akhirnya eksekusi regu tembak dilaksanakan pada tahun 1967 di kawasan Cimahi, Jawa Barat.


Hashtag :
#SejarahIndonesia #G30SPKI #LetkolUntung #Tjakrabirawa #Cakrabirawa #DewanRevolusi #PahlawanRevolusi #SejarahKelam




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment