- Peningkatan Branding Kawasan Pantai melalui Eksplorasi Karakteristik Alam Sekitar
- MotoGP Mandalika 2026: Sempurna! Marco Bezzecchi Juara, Dominasi Mutlak Aprilia Kuasai Top 4
- Hasil Sprint Race MotoGP Mandalika: Marc Marquez Segel Kemenangan Perdana di Lombok
- Banjir Bandang dan Longsor Dahsyat Terjang Gorkha, Infrastruktur Vital Hancur Total
- Kondisi, Pasca Bajir Bandang di wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat
- Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Apakah Libur? Cek Informasinya
- Kronologi Peristiwa Berdarah G30S PKI, Sejarah Kelam Bangsa Indonesia!
- Komandan Batalyon I Tjakrabirawa yang Jadi Pemimpin Lapangan Peristiwa G30S/PKI
- Pencarian Korban KM Virgo Resmi Diperpanjang hingga 7 Hari ke Depan
- Fenomena Batuk Berlama-lama Marak di Masyarakat: Apakah Gejala Covid-19 atau Faktor Lain ?
Kasus Ledakan Amunisi Garut Masih Diselidiki, Pemerintah (Pangdam) Beri Santunan

Zona Today - Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, mengonfirmasi bahwa penyelidikan terkait ledakan amunisi afkir di Cibalong, Garut, masih berlangsung. Area ledakan telah steril untuk mendukung investigasi lebih lanjut.
“Masih investigasi, belum selesai. Nanti timnya masih bekerja,” ungkap Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman kepada media pada Selasa, 13 Mei 2025.
Dalam kunjungannya bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Setiawan, Pangdam meminta masyarakat tidak mendekati area bekas pemusnahan amunisi yang meledak.
- Selebriti Dunia Pilih Destinasi Wisata Indonesia untuk Berlibur0
- "Inilah Hasil Balapan MotoGP Prancis 2025 Versi Crash.net"0
- Zarco Akhiri Paceklik Kemenangan Honda di MotoGP Prancis 2025 Lewat Balapan Dramatis0
- Menteri Tanggapi Usulan Alih Status Dosen dan Tendik PPPK di PTNB Menjadi PNS0
- Trump Dorong Gencatan Senjata Sementara 30 Hari di Konflik Ukraina0
Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi memberikan dana kerohiman sebesar Rp50 juta untuk setiap keluarga korban, serta memastikan anak-anak korban mendapatkan jaminan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Oh iya, nilainya per orang Rp50 juta. Sekolahnya (anak-anak) kan sudah tanggung jawab saya, sampai kuliah,” ujar Dedi Mulyadi saat diwawancarai media di hadapan keluarga korban.
Dedi juga menambahkan bahwa sebagian korban telah lama terlibat dalam pemusnahan amunisi, bahkan ada yang telah bekerja dalam profesi tersebut selama sepuluh tahun. Menurutnya, kejadian ini merupakan kecelakaan kerja yang menimpa para pekerja saat menjalankan tugas mereka.
“Ya mereka itu bekerja. Pengakuannya, mereka sudah lama di sana, ada yang sepuluh tahun. Kalau peristiwa itu terjadi saat bekerja, ya ini kecelakaan kerja,” tambahnya.
Hingga Selasa siang, sembilan jenazah warga sipil masih dalam proses identifikasi di RSUD Pameungpeuk. Lima di antaranya telah teridentifikasi, dan tiga jenazah akan segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Pihak berwenang hingga kini belum mengungkap penyebab pasti dari ledakan amunisi afkir yang terjadi di kawasan Cibalong tersebut.
HashTag : #Zona #Today #ZonaToday #LedakanAmunisi #Garut #InvestigasiTNI #DanaKerohiman #PendidikanUntukAnakKorban #KecelakaanKerja











