- Gojek dan Grab Resmi Cabut Paket Hemat, Driver dan Penumpang Mulai Khawatir Tarif Naik
- Kalah Head to Head dari Persib, Borneo FC Harus Puas Runner Up Super League 2025/2026
- Draw Cukup! Persib Bandung Resmi Kembali Juara Super League 2025/2026
- Film Dokumenter Pesta Babi Viral di Indonesia, Angkat Isu Papua hingga Tuai Kontroversi Nobar
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Kebutaan Permanen Usai Disiram Air Keras
- Investigasi Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Masih Berlangsung
- CR7 Akhirnya Angkat Trofi! Cristiano Ronaldo Bawa Al Nassr Juara Liga Arab Saudi 2025-2026
- Kilas Balik 22 Mei 1998 Reformasi Memasuki Babak Baru
- Kilas Balik 21 Mei 1998: Hari Lengsernya Soeharto dan Awal Era Reformasi Indonesia
- Pabrik Semen di Bogor Bocor, Abu Selimuti Permukiman Warga
Film Dokumenter Pesta Babi Viral di Indonesia, Angkat Isu Papua hingga Tuai Kontroversi Nobar

Zona Today Jakarta – Film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” tengah menjadi perbincangan luas di media sosial dan ruang publik Indonesia. Dokumenter investigatif karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale itu viral setelah sejumlah agenda nonton bareng (nobar) dan diskusi publik dikabarkan mengalami pembubaran maupun penolakan di beberapa daerah.
Film berdurasi sekitar 95 menit tersebut mengangkat isu masyarakat adat Papua Selatan yang menghadapi tekanan akibat proyek industri skala besar, termasuk pembukaan lahan pangan, sawit, dan bioenergi.
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Kebutaan Permanen Usai Disiram Air Keras0
- Investigasi Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Masih Berlangsung0
- CR7 Akhirnya Angkat Trofi! Cristiano Ronaldo Bawa Al Nassr Juara Liga Arab Saudi 2025-20260
- Kilas Balik 22 Mei 1998 Reformasi Memasuki Babak Baru0
- Kilas Balik 21 Mei 1998: Hari Lengsernya Soeharto dan Awal Era Reformasi Indonesia0
## Angkat Isu Masyarakat Adat Papua
Dokumenter *Pesta Babi* menyoroti kehidupan suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu di Papua Selatan yang disebut menghadapi perubahan besar akibat ekspansi proyek strategis nasional dan industri perkebunan.
Film ini memperlihatkan konflik antara pembangunan industri dengan ruang hidup masyarakat adat, termasuk persoalan pembukaan hutan, perubahan lingkungan, dan ketegangan sosial yang muncul di lapangan.
Judul “Pesta Babi” sendiri disebut memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan budaya masyarakat Papua, di mana babi memiliki nilai sosial, adat, dan spiritual yang penting dalam kehidupan masyarakat setempat.
Sutradara Cypri Paju Dale menyebut pemilihan judul tersebut bukan sekadar sensasi, melainkan bagian dari simbol budaya dan kritik sosial yang ingin disampaikan dalam film.
## Viral Setelah Nobar Dibubarkan
Nama Pesta Babi semakin ramai diperbincangkan setelah beberapa agenda nobar di kampus dan komunitas dikabarkan dibubarkan atau mendapat tekanan.
Salah satu kasus yang ramai dibahas terjadi di Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat, ketika pemutaran film dihentikan pihak kampus dengan alasan menjaga kondusivitas lingkungan akademik.
Selain di kampus, laporan intimidasi terhadap pemutaran film juga disebut terjadi di sejumlah daerah lain seperti Ternate, Yogyakarta, hingga Lombok Timur.
Menurut catatan yang dikutip dari Watchdoc, terdapat puluhan bentuk tekanan terhadap pemutaran film tersebut, mulai dari pengawasan acara, permintaan pembatalan, hingga pembubaran diskusi publik.
Kontroversi tersebut justru membuat rasa penasaran publik semakin tinggi dan mendorong film ini viral di berbagai platform media sosial.
## Dirilis Gratis di Platform Digital
Setelah ramai diperbincangkan, film dokumenter tersebut akhirnya dirilis secara daring dan dapat ditonton publik melalui kanal digital JubiTV.
Langkah itu membuat akses masyarakat terhadap film menjadi lebih luas dibanding sebelumnya yang hanya diputar melalui forum komunitas, kampus, dan diskusi publik terbatas.
Di media sosial, banyak pengguna internet mulai membagikan potongan adegan, cuplikan diskusi, hingga ulasan terkait isi film dan isu Papua yang diangkat di dalamnya.
## Kebebasan Akademik dan Ruang Diskusi Jadi Sorotan
Viralnya Pesta Babi memunculkan diskusi baru mengenai kebebasan akademik, ruang diskusi publik, hingga kebebasan berekspresi di Indonesia.
Sejumlah kelompok masyarakat sipil menilai kampus seharusnya menjadi ruang terbuka bagi pertukaran gagasan dan diskusi ilmiah, termasuk terhadap isu-isu sosial yang sensitif.
Sementara itu, pihak yang menolak pemutaran film menyebut perlunya menjaga stabilitas dan menghindari potensi polemik di tengah masyarakat.
Perdebatan tersebut membuat Pesta Babi bukan hanya menjadi film dokumenter biasa, tetapi juga simbol diskusi publik mengenai pembangunan, hak masyarakat adat, lingkungan, dan demokrasi di Indonesia.
## Jadi Salah Satu Dokumenter Paling Dibicarakan 2026
Sejak tayang perdana pada Maret 2026, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita disebut menjadi salah satu film dokumenter Indonesia yang paling banyak diperbincangkan tahun ini.
Film tersebut juga diketahui diputar dalam sejumlah forum internasional dan melibatkan kolaborasi berbagai organisasi yang bergerak di bidang lingkungan, hak masyarakat adat, dan jurnalisme investigatif.
Viralnya film ini menunjukkan bahwa dokumenter kini tidak hanya menjadi media visual, tetapi juga ruang kritik sosial dan refleksi publik terhadap isu-isu nasional yang sensitif.
### Fakta Singkat Film “Pesta Babi”
* Judul Lengkap: *Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita*
* Sutradara: Dandhy Dwi Laksono & Cypri Paju Dale
* Genre: Dokumenter investigatif
* Tema Utama: Papua, masyarakat adat, lingkungan, pembangunan
* Viral Karena:
* Nobar dibubarkan
* Kontroversi kampus
* Isu Papua dan kebebasan berekspresi
Hashtag:
#PestaBabi #FilmDokumenter #DandhyLaksono #Papua #DokumenterIndonesia #Nobar #ViralIndonesia #KebebasanBerekspresi #MasyarakatAdat #ZonaToday #FilmViral #BeritaNasional #PapuaBukanTanahKosong











