UPN Veteran Jatim Hadirkan AI untuk Deteksi Penyakit Daun Kopi di Sumberdem
Teknologi Hybrid CNN-Transformer dan Explainable AI membantu petani kopi robusta meningkatkan ketepatan deteksi penyakit dan mendukung pertanian berkelanjutan.

By Redaksi ZN 24 Jul 2026, 08:09:28 WIB Pendidikan
UPN Veteran Jatim Hadirkan AI untuk Deteksi Penyakit Daun Kopi di Sumberdem

Sentuhan AI di Perkebunan Kopi Sumberdem: Mengenal Teknologi Hybrid CNN-Transformer yang Bantu Petani Deteksi Penyakit Daun

DESA SUMBERDEM, MALANG — Desa Sumberdem di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta unggulan di lereng Gunung Kawi, kini bersiap memasuki era pertanian modern berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah transformasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi sekaligus penelitian inovatif bertajuk "Aplikasi Deteksi Multi-Label Penyakit Daun Kopi Berbasis Hybrid CNN-Transformer dan Explainable AI untuk Rekomendasi Pengendalian" yang diterapkan langsung di tengah komunitas petani kopi setempat.


Gambar 1. Kebun kopi rakyat di Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang
(Sumber : Dokumentasi Tim Peneliti)

Sejarah Panjang Kopi Sumberdem dan Tantangan di Lapangan

Tradisi budidaya kopi di Desa Sumberdem telah berlangsung selama lebih dari satu abad dan menjadi bagian penting dalam identitas ekonomi masyarakat. Bahkan jauh sebelum pendataan resmi perkebunan kopi pertama di Kabupaten Malang pada tahun 1832, kawasan ini telah dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas.

Berdasarkan peta administrasi kolonial tahun 1866, Sumberdem tercatat sebagai wilayah perkebunan kopi Arabika yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Kopi Jowo. Namun memasuki awal abad ke-20, pemerintah kolonial Belanda mulai mengganti sebagian besar tanaman menjadi varietas Robusta akibat merebaknya penyakit karat daun (Hemileia vastatrix) yang menyerang perkebunan kopi di berbagai wilayah Hindia Belanda.

Keputusan tersebut terbukti mampu menjaga keberlangsungan produksi. Hingga kini kopi robusta menjadi komoditas utama Desa Sumberdem dengan produktivitas rata-rata mencapai sekitar 100 ton per tahun, bahkan sempat melonjak hingga 250 ton pada panen raya tahun 2025.

Meski demikian, para petani masih menghadapi berbagai tantangan klasik, mulai dari mahalnya harga pupuk anorganik, fluktuasi harga jual kopi, hingga keterbatasan informasi mengenai karakteristik tanah. Berbagai penyakit tanaman seperti jamur upas, embun jelaga, maupun serangan semut bungkuk yang memicu pembusukan bunga kopi juga masih menjadi ancaman serius terhadap produktivitas kebun.


Gambar 2. Identifikasi dan pengambilan data sampel daun di kebun kopi
(Sumber : Dokumentasi Tim Peneliti)

Menghadirkan Hybrid CNN-Transformer dan Explainable AI

Selama bertahun-tahun petani mengandalkan pengamatan visual untuk mengenali gejala penyakit pada daun kopi. Cara tersebut sering kali membuat penyakit baru diketahui ketika tingkat serangannya sudah tinggi sehingga penanganan menjadi terlambat dan berdampak pada penurunan kualitas maupun hasil panen.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti menghadirkan sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang menggabungkan teknologi Hybrid CNN-Transformer dengan pendekatan Explainable Artificial Intelligence (XAI). Sistem ini dikembangkan bersama mitra teknologi CV Sinergi Kreasi.

Teknologi Hybrid CNN-Transformer memungkinkan sistem mengenali berbagai pola penyakit pada daun kopi melalui citra digital secara lebih akurat. Sementara Explainable AI memberikan penjelasan mengenai alasan sistem menghasilkan suatu diagnosis sehingga pengguna tidak hanya memperoleh hasil prediksi, tetapi juga memahami dasar pengambilan keputusan sistem.

Selain mampu mendeteksi lebih dari satu jenis penyakit dalam satu lembar daun (multi-label detection), aplikasi juga memberikan rekomendasi tindakan pengendalian yang dapat langsung diterapkan oleh petani sesuai kondisi lapangan.

Disambut Antusias Petani Kopi

Kehadiran teknologi ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa maupun komunitas petani kopi Kampoengkopi Sumberdem. Dalam sesi demonstrasi, para petani dapat langsung mencoba proses identifikasi penyakit menggunakan telepon pintar.

"Awalnya kami sempat heran, bagaimana bisa HP menentukan daun kopi ini sakit apa. Tapi setelah dicoba dan melihat langsung cara kerjanya, ini sangat membantu. Kami tidak perlu menebak-nebak lagi, dan rekomendasi pengendaliannya langsung muncul saat itu juga." 

— Pak Sukat, Petani Kopi Senior sekaligus Pemilik Kampoengkopi Sumberdem

Menurut Pak Sukat, aplikasi tersebut cukup mudah digunakan oleh petani. Ia berharap pada tahap pengembangan berikutnya sistem dapat dilengkapi fitur pemantauan kelembapan udara, prediksi curah hujan mikro, hingga kalender musim tanam dan panen agar manfaatnya semakin besar bagi masyarakat perkebunan.


Gambar 3. Foto bersama antara Kepala Desa Sumberdem, Ibu Purwati S.E.dengan Tim Peneliti UPN “Veteran” Jawa Timur
(Sumber : Dokumentasi Tim Peneliti)

Dukungan Pemerintah Desa

Pemerintah Desa Sumberdem turut mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi, mitra industri, dan masyarakat sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi digital sektor pertanian.

"Digitalisasi di sektor perkebunan kopi ini menjadi angin segar bagi Desa Sumberdem. Diharapkan kehadiran teknologi presisi ini mampu mendorong generasi muda desa untuk bangga berinovasi di bidang pertanian, sekaligus menjaga kualitas reputasi Kopi Sumberdem di pasar nasional." 

— Ibu Purwati, S.E., Kepala Desa Sumberdem

Mendorong Keberlanjutan Agroekosistem

Penerapan Hybrid CNN-Transformer dan Explainable AI tidak hanya berfungsi sebagai alat identifikasi penyakit, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Melalui rekomendasi yang lebih presisi, petani dapat mengurangi penggunaan bahan kimia secara berlebihan, meningkatkan efisiensi budidaya, sekaligus menjaga keberlanjutan agroekosistem.

Inisiatif digitalisasi dari Desa Sumberdem diharapkan dapat menjadi model best practice bagi kawasan perkebunan kopi lainnya di Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, peningkatan produktivitas, dan transformasi pertanian menuju era Agriculture 5.0.


Informasi Peneliti, Kemitraan, dan Narasumber

Lokasi

  • Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur

Tim Peneliti

  • Amri Muhaimin, S.Stat., M.Stat., M.S. (Ketua Peneliti)
  • Dr. Dinna Hadi Sholikah, S.P., M.P. (Anggota Peneliti)
  • Alfan Rizaldy Pratama, S.Tr.T., M.Tr.Kom. (Anggota Peneliti)
  • Muhammad Nabil Putra Arfiansyah (Mahasiswa Peneliti)

Narasumber Lapangan

  • Pak Sukat – Petani Kopi sekaligus Pemilik Kampoengkopi Sumberdem.

Pemerintah Desa

  • Ibu Purwati, S.E. – Kepala Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Mitra Pengembang Teknologi

  • CV Sinergi Kreasi.

Transformasi Digital dari Desa untuk Masa Depan Kopi Indonesia

Kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, mitra industri, dan petani menjadi bukti bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat diimplementasikan langsung untuk menyelesaikan persoalan nyata di sektor pertanian. Melalui inovasi ini, Desa Sumberdem tidak hanya memperkuat daya saing kopi robusta lokal, tetapi juga membuka jalan menuju pertanian yang lebih presisi, efisien, dan berkelanjutan.


Hashtag: #UPNVeteranJatim #ArtificialIntelligence #AI #HybridCNNTransformer #ExplainableAI #DeteksiPenyakitDaun #PenyakitDaunKopi #KopiRobusta #KopiIndonesia #PetaniKopi #PertanianPresisi #SmartFarming #DigitalAgriculture #AgriTech #TeknologiPertanian #Malang #Sumberdem #WonosariMalang #KampoengkopiSumberdem #InovasiPertanian #PenelitianIndonesia #RisetUPN #CVSinergiKreasi #SustainableAgriculture #Agroekosistem #ZonaToday


Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment