Breaking News
- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Perkuat Persatuan dan Transformasi Bangsa
- Kemenag Resmi Tetapkan Idul Adha 1447 Hijriah Jatuh pada 27 Mei 2026
- Green Charity Akuntansi UPN Jatim Edukasi Daur Ulang Plastik Bersama Anak Panti
- Lille Finis Posisi Ketiga Ligue 1 Lolos Liga Champions Catatan Bersejarah bagi Diaspora Indonesia
- Alex Marquez Alami Kecelakaan Horor di MotoGP Catalunya 2026, Balapan Sempat Dihentikan
- Arsenal Resmi Juara Premier League, Akhiri Penantian Panjang The Gunners
- Sindikat Love Scamming di Dalam Rutan Kotabumi Terbongkar, Ratusan Tahanan dan Pegawai Diduga Terlib
- Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
- Polemik Pengadaan Chromebook Seret Nama Nadiem, Publik Soroti Proses Hukum
- Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jatim dan UNHASA Perkuat Kolaborasi Abdimas
Hutan Hujan Tropis Indonesia
Random Video
Pihak Partai Liberal Demokrat pun langsung melontarkan kecaman atas tulisan dari Ward. Juru bicara partai mengatakan bahwa pihak partainya akan menerapkan sanksi terhadap Ward.
Sementara pihak Partai Konservatif yang menguasai koalisi pemerintahan bersama Liberal Demokrat menyatakan Ward harus menarik komentarnya.
"Tidak seharusnya seorang anggota parlemen menulis tindakan yang memicu kekerasan. Tindakannya tidak bertanggung jawab," ucap pihak Konservatif.
Ini bukan pertama kalinya Ward mengecam tindakan Israel. Pada Juli 2013 lalu, Ward menyebut pihak Zionis diambang kekalahan dalam perang. Dirinya pun mempertanyakan sampai kapan negara apartheid seperti Israel bisa bertahan.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
