- Tampil dengan Gaun Putih Mawa Kenang Momen Akad Nikah Ungkapan Selamanya Jadi Sorotan
- Prabowo Subianto Sampaikan Belasungkawa ke Iran, Kirim Surat Resmi untuk Pemimpin Tertinggi
- Pimpinan Tertinggi Iran Wafat 28 Februari 2026, Dunia Soroti Dampak Besar Konflik
- Perang Memanas Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel Serang Iran, Dunia Waspada
- Viral Isu Indonesia Gabung Amerika Serikat, Warganet Heboh Bahas Fakta Sebenarnya
- Ucapan Prabowo Subianto Sambut 1 Ramadhan 1447 H, Ajak Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial
- Hasil Sidang Isbat: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H, Umat Islam Mulai Puasa Serentak
- Pasca Valentine 2026, Media Sosial Diramaikan Kisah Cinta hingga Curhatan Warganet
- Valentine Day 2026 Jadi Sorotan, Momen Kasih Sayang Dirayakan dengan Beragam Cara
- Viral Aksi Pungli di Tempat Wisata Februari 2026, Warganet Desak Penertiban
Pentingnya Memahami Konteks Rancangan Bangunan Dalam Karya Arsitektur

Zona Today - Memahami hasil sebuah rancangan diperlukan kemampuan untuk melihat beberapa persoalan dan awal mula proses perancangan obyek yang bersangkutan. Mengetahui seluk beluk dari proses perancangan dapat memberikan gambaran terhadap kenapa rancangan tersebut dibuat seperti itu. Sebagai pengguna ataupun penikmat dari hasil karya sebuah rancangan arsitektur, kita seringkali melakukan komentar atau kritik yang menyangkut hasil karya sebuah rancangan bangunan tersebut. Untuk membuat kritik yang baik maka dibutuhkan dasar kritik terhadap rancangan tersebut dengan perhubungan yang sesuai terhadap parameter atau ukuran penilaiannya. Mungkin masih banyak diantara kita yang melakukan kritik namun sebenarnya tidak relevan terhadap parameter yang digunakan dalam karya tersebut.
Penilaian yang tidak sesuai tersebut bisa jadi bukan hanya masalah ketidakmampuan dari kita sebagai pengguna atau penikmat karya. Namun bisa terjadi dikarenakan proses perancangan yang dilakukan oleh perancang sendiri tidak mampu menghadirkan sebuah karya yang mempunyai dasar konteks yang jelas dan gamblang. Ketidakjelasan dalam menyusun struktur konteks dalam perancangan bangunan arsitektur kemungkinan besar diakibatkan karena banyak kesimpangsiuran makna dari peracang sendiri.
Arti kontekstual (adj;katas sifat) secara umum adalah “..berhubungan dengan konteks..”. Berasal dari kata dasarnya konteks (noun;kata benda) yang berarti “situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian”. Sedangkan secara arti linguistik adalah “bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna”. Berpedoman dari arti kamus diatas maka secara khusus dalam arsitektur makna kontekstual berarti melakukan tatacara merancang arsitektur yang berhubungan dengan sebuah kondisi atau topik bahasan tertentu.
- Rencana Aksi 2 September 2025: BEM SI Siapkan Gelombang Demo di Jakarta, Surabaya, dan Sejumlah Kota0
- Sosok Suami Salsa Erwina, Ahli AI yang Dukung Sang Istri Tantang Debat Ahmad Sahroni0
- Reformasi Teknologi Imigrasi: Passport Kini Harus Lewat Aplikasi All Indonesia0
- Indonesia Siapkan Fasilitas Medis untuk 2.000 Korban Gaza0
- Indonesia Gencarkan Vaksinasi Massal untuk Hentikan Wabah Campak0
Kegiatan ber-arsitektur saat ini dapat terjadi dalam dua posisi yang berbeda. Kita dapat mempunyai posisi sebagai perancang arsitektur dan sebagai pengamat arsitektur. Kedua posisi tersebut dapat dilakukan secara massif oleh seoranga praktisi arsiktektur. Sehingga kegiatan berarsitektur bias dilakukan dalam situasi yang berbeda dan tentu akan memberikan ukuran yang berbeda pula dalam pelaksanaan aktifitasnya.
Ketika seorang arsitek melakukan proses perancangan maka tahapan seperti melakukan tahap pra-rancangan, perancangan sampai dengan hasil rancangan dengan menggunakan sebuah konsep tematik dengan konteks tertentu. Sedangkan sebaliknya ketika harus menjadi pengamat maka arsitek akan melakukan kajian dengan sebuah parameter tertentu. Masing masing posisi akan melakukan aktifitasnya berdasarkan konteks masing-masing. Dan seringkali juga terjadi pengukuran hasil rancangan yang tidak sama yang dalam keadaan ekstrem justru berlawanan hasilnya.
Dimana posisi konteks rancangan dalam situasi seperti itu ?
Konteks rancangan akan memberikan panduan terhadap sebuah atau sebagian proses perancangan arsitektur. Sehingga perancangan dapat konsisten untuk membuat makna disetiap bagian rancangan. Sudah barang tentu konteks rancangan akan sangat berguna jika dapat menjadi kesepakatan antara perancang dan pengguna atau penikmat hasil karya. Jika hal tersebut terjadi maka makna yang muncul dapat menghindari konotasi yang berbeda.
Tidak dapat dihindari sebenarnya setiap manusia akan memberikan pemaknaan yang berbeda terhadap sebuah citra atau keadaan. Sehingga konteks sangat dibutuhkan dalam setiap karya rancangan arsitektur. Memahami konteks bukan untuk menghilangkan perbedaan makna yang terjadi antara perancang dan penikmat, namun lebih pada bagaimana masing-masing mempunyai penghargaan terhadap setiap makna. Karena bagaimanapun kemajemukan makna akan memberikan ruang imajinasi berkembang secara luas.
|
Hashtag : #Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #Arsitektur #KonteksRancangan #KritikArsitektur #DesainKontekstual #PemaknaanRancangan #ArsitekIndonesia #ProsesPerancangan #KaryaArsitektur #DiskusiArsitektur #PemikiranArsitektur #RefleksiDesain #ArsitekturKontekstual #RuangDanMakna #ArsitekturModern

Penulis Heru Subiyantoro, ST., MT. , adalah dosen senior 









