- Wisata Petik Sayur Desa Tembalang Didorong Go Digital, Tim PKM UPN Veteran Jatim dan UNU Blitar
- Penerapan Teknologi pada UMKM Jamu Sari Rempah, Tim PKM UPN Veteran Jatim dan UNU Blitar
- Tim PKM UPN Veteran Jatim dan UNU Blitar Lakukan Pemetaan Wisata Bersama Bumdes Sejahtera Kemirigede
- Hilirisasi Riset dan Transformasi Digital Desa Wisata Perkuat BUMDes Kemirigede
- Gojek dan Grab Resmi Cabut Paket Hemat, Driver dan Penumpang Mulai Khawatir Tarif Naik
- Kalah Head to Head dari Persib, Borneo FC Harus Puas Runner Up Super League 2025/2026
- Draw Cukup! Persib Bandung Resmi Kembali Juara Super League 2025/2026
- Film Dokumenter Pesta Babi Viral di Indonesia, Angkat Isu Papua hingga Tuai Kontroversi Nobar
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Kebutaan Permanen Usai Disiram Air Keras
- Investigasi Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Masih Berlangsung
Penerapan Teknologi pada UMKM Jamu Sari Rempah, Tim PKM UPN Veteran Jatim dan UNU Blitar

Keterangan Gambar : Sumber Tim PKM - Lokasi UMKM Sari Rempah
Zona Today Blitar – Penguatan UMKM herbal berbasis teknologi dan transformasi digital terus didorong melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Pengembangan Wilayah Desa/Pengembangan IPTEKS Wilayah dari UPN Veteran Jawa Timur bersama Universitas Nahdlatul Ulama Blitar saat ini tengah melaksanakan program bertajuk “Penerapan Teknologi pada UMKM Jamu untuk Penguatan Agro-Wisata Desa Tembalang Berbasis Kemitraan.”
Program tersebut dilaksanakan bersama mitra UMKM Jamu Sari Rempah yang berada di Desa Tembalang, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Kegiatan pengabdian ini menjadi bagian dari implementasi hilirisasi IPTEKS perguruan tinggi dalam mendukung penguatan UMKM herbal lokal melalui penerapan teknologi, digitalisasi usaha, dan penguatan branding produk jamu tradisional.
Tim pengabdian dipimpin oleh Sugiarto dari Program Studi Bisnis Digital sebagai ketua tim. Anggota tim terdiri dari Isna Nugraha dari Teknik Industri UPN Veteran Jawa Timur serta Abd. Charis Fauzan dari Program Studi Ilmu Komputer Universitas Nahdlatul Ulama Blitar.
- Tim PKM UPN Veteran Jatim dan UNU Blitar Lakukan Pemetaan Wisata Bersama Bumdes Sejahtera Kemirigede0
- Hilirisasi Riset dan Transformasi Digital Desa Wisata Perkuat BUMDes Kemirigede0
- Gojek dan Grab Resmi Cabut Paket Hemat, Driver dan Penumpang Mulai Khawatir Tarif Naik0
- Kalah Head to Head dari Persib, Borneo FC Harus Puas Runner Up Super League 2025/20260
- Draw Cukup! Persib Bandung Resmi Kembali Juara Super League 2025/20260

## Fokus pada Penguatan UMKM Herbal Lokal
Program pengabdian ini difokuskan pada pengembangan dan penguatan UMKM jamu tradisional agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal di era digital.
Melalui pendekatan berbasis teknologi dan kemitraan, tim melakukan pendampingan mulai dari identifikasi kebutuhan usaha, penguatan branding produk, strategi pemasaran digital, hingga pengembangan identitas visual UMKM.
Ketua tim pengabdian, Sugiarto, menjelaskan bahwa UMKM herbal memiliki peluang besar berkembang apabila mampu mengadopsi teknologi dan strategi pemasaran modern.
“Produk jamu tradisional memiliki potensi pasar yang sangat luas. Tantangannya adalah bagaimana produk lokal ini mampu tampil lebih modern dan dikenal masyarakat luas melalui transformasi digital,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan branding dan digitalisasi menjadi langkah penting agar UMKM desa mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
## Dorong Transformasi Digital UMKM Jamu
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian melakukan pendampingan langsung kepada UMKM Jamu Sari Rempah milik Ibu Siti Rofi’ah.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan branding produk herbal, dokumentasi produk, strategi promosi digital, hingga pengembangan pemasaran berbasis media sosial dan platform online.
Selain itu, tim juga melakukan identifikasi penerapan teknologi yang dapat membantu efektivitas produksi dan pengembangan usaha jamu tradisional.
Sugiarto menyebut bahwa digitalisasi UMKM bukan hanya soal pemasaran online, tetapi juga membangun identitas usaha yang lebih profesional dan adaptif terhadap kebutuhan pasar modern.
“UMKM saat ini perlu memiliki identitas digital yang kuat agar lebih mudah dikenal dan dipercaya konsumen,” jelasnya.
## Hilirisasi IPTEKS Perguruan Tinggi ke Masyarakat
Kegiatan pengabdian ini juga menjadi bentuk nyata hilirisasi hasil riset dan penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat.
Kolaborasi antara bidang Bisnis Digital, Teknik Industri, dan Ilmu Komputer dilakukan untuk menghasilkan pendekatan pengembangan UMKM yang lebih komprehensif.
Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan mampu membantu UMKM lokal tidak hanya berkembang dari sisi pemasaran, tetapi juga tata kelola usaha dan pemanfaatan teknologi.
Abd. Charis Fauzan dari UNU Blitar menyebut bahwa konektivitas antar perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam memperkuat pengembangan UMKM berbasis inovasi.
“Kolaborasi lintas kampus membuat program pengabdian memiliki solusi yang lebih luas dan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
## Pemerintah Desa Dukung Pengembangan UMKM Lokal
Pemilik UMKM Jamu Sari Rempah, Ibu Siti Rofi’ah, menyambut baik kegiatan pendampingan tersebut karena dinilai mampu membantu pengembangan usaha jamu tradisional agar lebih modern dan dikenal lebih luas.
“Kami berharap produk jamu lokal Desa Tembalang bisa semakin berkembang dan memiliki pasar yang lebih luas,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Desa Tembalang, Suwendah Catur Woko, SE., menyampaikan bahwa penguatan UMKM lokal menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi mampu membantu desa dalam menghadirkan inovasi dan teknologi yang dibutuhkan pelaku UMKM.
## Dukung Implementasi SDGs Desa dan Global
Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
SDG 1 – Tanpa Kemiskinan (No Poverty) melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis UMKM desa.
SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan produktivitas dan daya saing usaha jamu lokal.
SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penerapan teknologi digital dan transformasi UMKM herbal.
SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) melalui pengembangan produk herbal lokal berbasis potensi alami desa.
SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM.
Melalui penerapan teknologi dan penguatan branding digital, UMKM Jamu Sari Rempah diharapkan mampu berkembang menjadi produk herbal lokal yang memiliki daya saing lebih kuat di pasar modern sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Desa Tembalang.
### Fakta Singkat Kegiatan* Judul:*Penerapan Teknologi pada UMKM Jamu untuk Penguatan Agro-Wisata Desa Tembalang Berbasis Kemitraan** Skema:* Pengembangan Wilayah Desa / Pengembangan IPTEKS Wilayah* Ketua Tim:* Sugiarto (Bisnis Digital)* Anggota:* Isna Nugraha (Teknik Industri)* Abd. Charis Fauzan (Ilmu Komputer UNU Blitar)* Mitra:* UMKM Jamu Sari Rempah* Lokasi:* Desa Tembalang, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar* Fokus:* Digitalisasi UMKM jamu* Branding produk herbal* Penerapan teknologi UMKM
SEO Keywords:
UMKM Jamu Sari Rempah, digitalisasi UMKM jamu, jamu tradisional Blitar, PKM UPN Veteran Jatim, pengembangan UMKM herbal, transformasi digital UMKM, pengabdian masyarakat desa, produk herbal lokal, branding UMKM jamu, IPTEKS UMKM
Hashtag:
#UMKMJamu #JamuSariRempah #DigitalisasiUMKM #JamuTradisional #UPNVeteranJatim #UNUBlitar #PKM #PengabdianMasyarakat #TransformasiDigital #UMKMHerbal #ProdukLokal #SDGs #KampusBerdampak #ZonaToday #Blitar #JawaTimur











