- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Perkuat Persatuan dan Transformasi Bangsa
- Kemenag Resmi Tetapkan Idul Adha 1447 Hijriah Jatuh pada 27 Mei 2026
- Green Charity Akuntansi UPN Jatim Edukasi Daur Ulang Plastik Bersama Anak Panti
- Lille Finis Posisi Ketiga Ligue 1 Lolos Liga Champions Catatan Bersejarah bagi Diaspora Indonesia
- Alex Marquez Alami Kecelakaan Horor di MotoGP Catalunya 2026, Balapan Sempat Dihentikan
- Arsenal Resmi Juara Premier League, Akhiri Penantian Panjang The Gunners
- Sindikat Love Scamming di Dalam Rutan Kotabumi Terbongkar, Ratusan Tahanan dan Pegawai Diduga Terlib
- Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
- Polemik Pengadaan Chromebook Seret Nama Nadiem, Publik Soroti Proses Hukum
- Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jatim dan UNHASA Perkuat Kolaborasi Abdimas
Menteri Agama Ajak Umat Jadikan 1 Muharam 1447 H sebagai Titik Hijrah

Keterangan Gambar : Sumber : Kemenag
Tahun Baru Islam 1447 H, Menag Ajak Umat Jadikan Hijrah Sebagai Transformasi Diri
Zona Today - Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam di seluruh penjuru negeri untuk menjadikan momen 1 Muharram sebagai ajakan untuk hijrah — bukan sekadar berpindah waktu, melainkan transformasi makna dan kualitas hidup.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (26/6/2025), Menag menekankan bahwa Tahun Baru Islam bukanlah seremoni kosong, melainkan waktu untuk perenungan spiritual dan sosial. Ia merujuk pada Surah At-Taubah ayat 20 yang menegaskan keutamaan mereka yang berhijrah dan berjihad dengan harta dan jiwa demi nilai-nilai ketuhanan.
- Kemenparekraf Kenalkan Bali dan Jakarta ke Pasar India Lewat Fam Trip0
- Nasabah PNM Sulap Jeans Bekas Jadi Produk Fashion Keren0
- Taman Safari Gelar Lomba Foto Satwa Internasional \"The Picture of Nature’s Secret\"0
- Iran Klaim Serang Kantor Intelijen Israel dengan Rudal Siluman0
- Masih Relevan, Ini 7 Alasan Press Release Efektif untuk Peluncuran Produk di 20250
“Hijrah hari ini berarti beralih dari kegelapan menuju cahaya, dari stagnasi menuju pertumbuhan, dari rutinitas tanpa makna ke amal yang bernilai tinggi,” ujar Menag.
Ia juga mengajak umat untuk merenungkan sejauh mana semangat Islam tercermin dalam tindakan sehari-hari. Apakah Islam hanya tertulis di kartu identitas, atau sudah hidup dalam kejujuran, kasih sayang, dan kontribusi nyata?
Menurut Menag, peringatan Tahun Baru Islam sejatinya bukan dirayakan dengan gegap gempita, tetapi dengan ketenangan, zikir, dan kontemplasi yang memperkuat kekuatan spiritual untuk memulai perubahan dari dalam diri.
Ia juga mengapresiasi berbagai tradisi lokal seperti Tabuik di Sumatera Barat, Grebeg Suro di Jawa, dan doa bersama di desa-desa sebagai wujud harmoni antara ajaran Islam dan budaya Nusantara. Hal ini, katanya, menunjukkan bahwa Islam dapat hidup berdampingan dengan tradisi tanpa kehilangan substansinya.
“Islam yang membumi, tetapi tetap mewangi. Tugas kita adalah menjaga bukan hanya ritualnya, tapi juga maknanya,” ungkap Nasaruddin.
Menag juga menekankan pentingnya semangat hijrah diterapkan di semua lini kehidupan: dalam keluarga, dunia pendidikan, pemerintahan, hingga perilaku di media sosial.
Di akhir pesannya, Menag mengajak seluruh umat untuk menyambut Tahun Baru Islam 1447 H dengan tiga sikap utama: pertama, bersyukur atas nikmat usia dan kesempatan hidup; kedua, berhijrah dari kondisi stagnan menuju kemajuan; dan ketiga, berkontribusi nyata bagi masyarakat, karena iman sejati tercermin dari tindakan.
“Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Semoga hijrah kita tahun ini benar-benar menjadi lompatan menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan,” tutup Menag.
Hashtag : #Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #TahunBaruIslam1447H #HijrahBermakna #PesanMenag #Refleksi1Muharram #HijrahSpiritual #IslamDanBudaya #KontribusiUmat #ZonatodayReligi #HijrahUntukBangsa











