- Wanita Asal Palembang Nekat Menyamar Jadi Pramugari, Batik Air Beri Penjelasan
- Tim SAR, Relawan, Sholawatan di Basecamp hingga Anak Indigo Turut Membantu Pencarian
- Sosok Rival Indigo Turun ke Gunung Slamet, Ikut Membantu Pencarian Syafiq Ali
- Syafiq Ali dan Himawan Dilaporkan Hilang Sejak Desember 2025, Keluarga Menanti Kepastian
- Perlu Diketahui, Ini 21 Kategori Penyakit dan Layanan Medis yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
- Sambut Tahun Baru 2026, Presiden Prabowo Sampaikan Pesan Optimisme dan Persatuan Bangsa
- Fenomena Super Flu Muncul, Kenali Gejala dan Langkah Menghadapinya
- Makna 1 Januari: Tahun Baru, Hari Keluarga Sedunia, dan Seruan Perdamaian Dunia
- Deretan Peristiwa Penting 31 Desember, dari Malam Pergantian Tahun hingga Sejarah Film Indonesia
- Kaleidoskop Indonesia 2025: Prestasi, Solidaritas, dan Harapan Baru Menyongsong 2026
Kecerdasan Buatan dan Inovasi Medis: Solusi Baru untuk Perawatan Jantung di Indonesia

Zona Today - Penyakit jantung masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia, dengan jumlah pasien mencapai hampir 1,9 juta orang menurut data BPJS Kesehatan per Mei 2024. Lebih mencemaskan lagi, kasus penyakit jantung kini banyak ditemukan pada usia produktif. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat lebih dari 140 ribu penderita berusia 25–34 tahun. Rata-rata usia diagnosis pun menurun dari 48,5 tahun (2013) menjadi 43,2 tahun (2023), menyebabkan kerugian ekonomi besar akibat penurunan produktivitas tenaga kerja.
Kardiolog dari RS Jantung Harapan Kita, dr. Ario Soeryo Kuncoro, menyebut gaya hidup tidak sehat dan keterlambatan diagnosis sebagai penyebab utama. Ketimpangan akses terhadap layanan jantung berkualitas di luar kota besar turut memperparah situasi, mengingat hanya ada sekitar 1.500 dokter jantung untuk seluruh populasi Indonesia.
Sebagai solusi, teknologi kesehatan berbasis Artificial Intelligence (AI) mulai diandalkan. AI mampu mempercepat diagnosis, mempermudah pemantauan pasien secara jarak jauh, serta memperluas jangkauan layanan kesehatan ke wilayah terpencil. Laporan Philips Future Health Index 2024 menunjukkan bahwa 74% pemimpin layanan kesehatan di Indonesia siap berinvestasi pada AI, melampaui rata-rata global
- BPOM 2025: Hari Jamu Nasional Jadi Momentum Dorong Kemudahan Regulasi dan Pengembangan Usaha0
- 7 Efek Buruk dari Konsumsi Obat Tidur0
- 5 Buah Penangkal Racun dalam Tubuh0
- Teknologi Unggulan pada Smartwatch yang Wajib Kamu Ketahui!0
- Cara Mengaktifkan Jaringan Data GSM di Smartfren Andromax0
Teknologi AI yang dikembangkan oleh Philips memungkinkan integrasi data pasien, visualisasi real-time, dan pengambilan keputusan medis yang cepat melalui platform digital. Fitur-fitur seperti USG otomatis, CT scan, dan sistem pemantauan jarak jauh telah membantu mempercepat penanganan kasus jantung. Visi Philips "Better Care for More People" menggarisbawahi pentingnya menciptakan solusi yang dapat diakses oleh seluruh rumah sakit, termasuk yang berada di daerah.
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan terus diupayakan untuk memastikan teknologi ini benar-benar bermanfaat luas dan memperkecil kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
Hashtag: #ZonaToday.com #ZonaToday #Zona #Today #JantungSehat #TeknologiKesehatan #AIuntukKesehatan #Kardiovaskular #InovasiMedis #TransformasiDigitalKesehatan #BetterCareForMorePeople











