- Wanita Asal Palembang Nekat Menyamar Jadi Pramugari, Batik Air Beri Penjelasan
- Tim SAR, Relawan, Sholawatan di Basecamp hingga Anak Indigo Turut Membantu Pencarian
- Sosok Rival Indigo Turun ke Gunung Slamet, Ikut Membantu Pencarian Syafiq Ali
- Syafiq Ali dan Himawan Dilaporkan Hilang Sejak Desember 2025, Keluarga Menanti Kepastian
- Perlu Diketahui, Ini 21 Kategori Penyakit dan Layanan Medis yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
- Sambut Tahun Baru 2026, Presiden Prabowo Sampaikan Pesan Optimisme dan Persatuan Bangsa
- Fenomena Super Flu Muncul, Kenali Gejala dan Langkah Menghadapinya
- Makna 1 Januari: Tahun Baru, Hari Keluarga Sedunia, dan Seruan Perdamaian Dunia
- Deretan Peristiwa Penting 31 Desember, dari Malam Pergantian Tahun hingga Sejarah Film Indonesia
- Kaleidoskop Indonesia 2025: Prestasi, Solidaritas, dan Harapan Baru Menyongsong 2026
Hari Lahir Tan Malaka di Indonesia

Zona Today - Ibrahim Datuk Sutan Malaka, atau lebih dikenal sebagai Tan Malaka, lahir pada 2 Juni 1897 di Pandam Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ia merupakan salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sepanjang hidupnya, Tan Malaka kerap ditangkap dan dibuang oleh pemerintah kolonial Belanda karena aktivitas perlawanan yang dilakukannya. Ia berjuang melalui gerakan bawah tanah dan bergerilya demi kemerdekaan bangsa.
Pada tahun 1925, ia menulis buku berjudul Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia), yang menyerukan pentingnya mendirikan negara republik yang merdeka serta memperjuangkan hak-hak kaum buruh. Karena kontribusinya tersebut, ia dijuluki "Bapak Republik Indonesia". Selain itu, Tan Malaka juga dikenal luas melalui karya terkenalnya, Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika), sehingga ia juga mendapat julukan "Bapak Madilog".
Kisah hidupnya banyak diceritakan dalam buku Dari Penjara ke Penjara. Tan Malaka dikenal mahir dalam penyamaran, termasuk pada masa-masa krusial menjelang kemerdekaan Indonesia. Meski tidak terlihat secara mencolok saat Proklamasi 17 Agustus 1945, peranannya semakin menonjol setelah itu.
- MEMAKNAI HARI LAHIR PANCASILA0
- Presiden Prabowo: Hari Kenaikan Yesus Kristus Jadi Momen Menumbuhkan Semangat Kasih dan Persatuan0
- 10 Ungkapan Inspiratif Hari Kebangkitan Nasional untuk Para Guru0
- BPOM 2025: Hari Jamu Nasional Jadi Momentum Dorong Kemudahan Regulasi dan Pengembangan Usaha0
- Sejarah di Kota Munich 20250
Salah satu inisiatif penting yang digagas Tan Malaka adalah Rapat Raksasa di Lapangan Ikada pada 19 September 1945. Aksi ini digagas bersama para pemuda dari Comite van Actie sebagai upaya menunjukkan dukungan rakyat terhadap kemerdekaan. Awalnya, Presiden Soekarno sempat menolak karena masih adanya ancaman dari tentara Jepang, namun akhirnya hadir dan berpidato di hadapan massa yang besar. Rapat ini menjadi simbol semangat persatuan rakyat Indonesia dalam menyambut kemerdekaan.
Warisan pemikiran revolusioner Tan Malaka terus menginspirasi hingga hari ini. Sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno pada 28 Maret 1963.
Hashtag: #ZonaToday.com #Zonatoday #Zona #Today #TanMalaka #PahlawanNasional #BapakRepublikIndonesia #PemikirRevolusioner #SejarahIndonesia #RapatIkada #Madilog #PerjuanganKemerdekaan











