- Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Ucapannya Usai Pengibaran Bendera Jadi Sorotan
- Pidato Prabowo Soal Pengupas Bawang Bikin Heboh, Rp700 Ribu atau Rp700 Per Kilogram?
- 16 Agustus 2026 Diperingati Hari Apa? Ini Daftar Momen Penting Menjelang HUT RI
- NTT Diguncang Gempa M7,7, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan BMKG
- Gempa NTT M7,7 Guncang Flores, Puluhan Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
- IHSG 10 Agustus 2026 Sempat Menguat, tapi Ditutup Turun: Saham Apa yang Masih Diburu Investor
- UPN Veteran Jatim Perkuat Branding Digital Sanggar Nampani lewat Website dan Konten Kreatif
- Bromo Terbakar Hebat, Menhut Turun ke Lokasi! Ada Apa dengan Gunung Bromo
- Smart Farming Masuk Banyuwangi, UPN "Veteran" Jawa Timur Bantu Gapoktan Tunas Harapan Naik Kelas
- Gunung Bromo Terbakar, Api Meluas hingga 176 Hektare! Wisata Ditutup Total
Hari Lahir Tan Malaka di Indonesia

Zona Today - Ibrahim Datuk Sutan Malaka, atau lebih dikenal sebagai Tan Malaka, lahir pada 2 Juni 1897 di Pandam Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ia merupakan salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sepanjang hidupnya, Tan Malaka kerap ditangkap dan dibuang oleh pemerintah kolonial Belanda karena aktivitas perlawanan yang dilakukannya. Ia berjuang melalui gerakan bawah tanah dan bergerilya demi kemerdekaan bangsa.
Pada tahun 1925, ia menulis buku berjudul Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia), yang menyerukan pentingnya mendirikan negara republik yang merdeka serta memperjuangkan hak-hak kaum buruh. Karena kontribusinya tersebut, ia dijuluki "Bapak Republik Indonesia". Selain itu, Tan Malaka juga dikenal luas melalui karya terkenalnya, Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika), sehingga ia juga mendapat julukan "Bapak Madilog".
Kisah hidupnya banyak diceritakan dalam buku Dari Penjara ke Penjara. Tan Malaka dikenal mahir dalam penyamaran, termasuk pada masa-masa krusial menjelang kemerdekaan Indonesia. Meski tidak terlihat secara mencolok saat Proklamasi 17 Agustus 1945, peranannya semakin menonjol setelah itu.
- MEMAKNAI HARI LAHIR PANCASILA0
- Presiden Prabowo: Hari Kenaikan Yesus Kristus Jadi Momen Menumbuhkan Semangat Kasih dan Persatuan0
- 10 Ungkapan Inspiratif Hari Kebangkitan Nasional untuk Para Guru0
- BPOM 2025: Hari Jamu Nasional Jadi Momentum Dorong Kemudahan Regulasi dan Pengembangan Usaha0
- Sejarah di Kota Munich 20250
Salah satu inisiatif penting yang digagas Tan Malaka adalah Rapat Raksasa di Lapangan Ikada pada 19 September 1945. Aksi ini digagas bersama para pemuda dari Comite van Actie sebagai upaya menunjukkan dukungan rakyat terhadap kemerdekaan. Awalnya, Presiden Soekarno sempat menolak karena masih adanya ancaman dari tentara Jepang, namun akhirnya hadir dan berpidato di hadapan massa yang besar. Rapat ini menjadi simbol semangat persatuan rakyat Indonesia dalam menyambut kemerdekaan.
Warisan pemikiran revolusioner Tan Malaka terus menginspirasi hingga hari ini. Sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno pada 28 Maret 1963.
Hashtag: #ZonaToday.com #Zonatoday #Zona #Today #TanMalaka #PahlawanNasional #BapakRepublikIndonesia #PemikirRevolusioner #SejarahIndonesia #RapatIkada #Madilog #PerjuanganKemerdekaan











