- Wanita Asal Palembang Nekat Menyamar Jadi Pramugari, Batik Air Beri Penjelasan
- Tim SAR, Relawan, Sholawatan di Basecamp hingga Anak Indigo Turut Membantu Pencarian
- Sosok Rival Indigo Turun ke Gunung Slamet, Ikut Membantu Pencarian Syafiq Ali
- Syafiq Ali dan Himawan Dilaporkan Hilang Sejak Desember 2025, Keluarga Menanti Kepastian
- Perlu Diketahui, Ini 21 Kategori Penyakit dan Layanan Medis yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
- Sambut Tahun Baru 2026, Presiden Prabowo Sampaikan Pesan Optimisme dan Persatuan Bangsa
- Fenomena Super Flu Muncul, Kenali Gejala dan Langkah Menghadapinya
- Makna 1 Januari: Tahun Baru, Hari Keluarga Sedunia, dan Seruan Perdamaian Dunia
- Deretan Peristiwa Penting 31 Desember, dari Malam Pergantian Tahun hingga Sejarah Film Indonesia
- Kaleidoskop Indonesia 2025: Prestasi, Solidaritas, dan Harapan Baru Menyongsong 2026
FIFA Jatuhi Denda Rp 400 Juta ke PSSI, Jumlah Penonton Saat Lawan China Akan Dibatasi

Keterangan Gambar : Suporter Timnas Indonesia di GBK (ZN)
Zona Today - FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi kepada PSSI akibat tindakan diskriminatif yang dilakukan sebagian suporter Indonesia saat laga melawan Bahrain pada 25 Maret 2025 di Stadion Gelora Bung Karno. Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan bahwa FIFA memberikan dua bentuk sanksi utama: denda sebesar lebih dari Rp 400 juta dan kewajiban membatasi jumlah penonton pada pertandingan berikutnya melawan China.
Pembatasan itu mencakup penutupan sekitar 15 persen kapasitas tribun, terutama di area belakang gawang yang biasa ditempati kelompok suporter La Grande Indonesia dan Ultras Garuda. FIFA menilai insiden bernada xenofobia terjadi di sektor 19 pada menit ke-80 pertandingan.
Meski demikian, PSSI masih diberi peluang untuk tetap mengisi area yang ditutup, asalkan tempat duduk tersebut diberikan kepada komunitas tertentu seperti pelajar, keluarga, perempuan, atau kelompok anti-diskriminasi. Para penonton di area itu juga diminta membawa spanduk yang mengampanyekan nilai-nilai antidiskriminasi.
- Tim Woodwall Indonesia Sabet 1 Emas dan 2 Perak di Taiwan Open 20250
- Dukung Pertumbuhan Ekonomi, 3.000 UMKM Kota Malang Ikut Porprov Jatim 20250
- Tottenham Raih Gelar Liga Europa Usai Tekuk Man United0
- Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Gelar Dragbike Street Race 2025 untuk Redam Balap Liar di Jalanan0
- Atlet Angkat Besi Iran Raih Gelar Pria Terkuat Asia0
FIFA menegaskan pentingnya menjunjung prinsip kesetaraan, kemanusiaan, dan saling menghargai. PSSI pun diminta menyusun rencana komprehensif dalam memerangi diskriminasi di sepak bola nasional. Arya mengingatkan bahwa insiden ini harus menjadi pembelajaran bersama untuk mendorong edukasi dan literasi suporter agar kejadian serupa tidak terulang.
Hashtag: #FIFA #PSSI #ZonaToday.com #ZonaToday #Zona #Today #SanksiFIFA #AntiDiskriminasi #SepakBolaIndonesia #Xenophobia #SuporterBijak #LawanRasisme











