- Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Ucapannya Usai Pengibaran Bendera Jadi Sorotan
- Pidato Prabowo Soal Pengupas Bawang Bikin Heboh, Rp700 Ribu atau Rp700 Per Kilogram?
- 16 Agustus 2026 Diperingati Hari Apa? Ini Daftar Momen Penting Menjelang HUT RI
- NTT Diguncang Gempa M7,7, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan BMKG
- Gempa NTT M7,7 Guncang Flores, Puluhan Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
- IHSG 10 Agustus 2026 Sempat Menguat, tapi Ditutup Turun: Saham Apa yang Masih Diburu Investor
- UPN Veteran Jatim Perkuat Branding Digital Sanggar Nampani lewat Website dan Konten Kreatif
- Bromo Terbakar Hebat, Menhut Turun ke Lokasi! Ada Apa dengan Gunung Bromo
- Smart Farming Masuk Banyuwangi, UPN "Veteran" Jawa Timur Bantu Gapoktan Tunas Harapan Naik Kelas
- Gunung Bromo Terbakar, Api Meluas hingga 176 Hektare! Wisata Ditutup Total
Asuransi Siap Tanggung Korban Keracunan dari Program Makan Bergizi

Keterangan Gambar : Makanan Bergizi Gratis
Zona Today - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa korban keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mendapatkan perlindungan asuransi. Hal ini dimungkinkan karena BGN telah menjalin kerja sama dengan Puskesmas setempat untuk menanggung biaya pengobatan para korban.
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, mengungkapkan bahwa pihaknya segera mengambil langkah setelah ratusan siswa di Bogor, Jawa Barat, mengalami dugaan keracunan akibat menu MBG. Langkah tersebut termasuk pengujian laboratorium terhadap bahan dan makanan yang dikonsumsi.
BGN juga memberikan teguran keras kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas pengelolaan makanan. "Jika memang makanan yang menyebabkan keracunan terbukti melalui sampel yang diuji, maka kami langsung memberikan peringatan keras kepada SPPG," ujar Tigor dalam keterangannya pada Selasa (13/5/2025).
Tigor menambahkan bahwa BGN akan menanggung biaya pengobatan seluruh korban melalui kerja sama dengan Puskesmas, serta memberikan asuransi kesehatan. Selain itu, SPPG akan diberikan pelatihan ulang, khususnya bagi penjamah makanan agar tidak terulang kasus serupa.
BGN juga berkomitmen untuk mengevaluasi dan menghentikan kerja sama dengan pemasok bahan makanan jika ditemukan bahan yang tidak segar atau mencurigakan. "Supplier bahan makanan juga akan ditindak tegas jika terbukti lalai. Jika tidak ada perbaikan, kerja sama akan dihentikan," tegas Tigor.
Tigor menjelaskan bahwa misi utama Presiden Prabowo Subianto adalah menjalankan Program MBG dengan prinsip nol kecelakaan atau nol kasus keracunan. "BGN berusaha keras mencapai target zero accident dan zero keracunan. Dengan keterbatasan personel, kami tetap melakukan pengawasan menyeluruh terhadap SPPG dan pemasok," ujarnya.
Sebelumnya, jumlah siswa yang mengalami keracunan di Kota Bogor meningkat menjadi 223 orang, terdiri dari siswa TK hingga SMA. Dari jumlah tersebut, lima orang dirawat inap dan empat lainnya menjalani perawatan jalan, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno.
Hastag :
#Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #KeracunanMBG #BadanGiziNasional #AsuransiKesehatanPelajar #ProgramMakanBergizi #PuskesmasBogor











