- Sejarah Peringatan Hari Koperasi Nasional 12 Juli 2026
- Dunia Sepak Bola Berduka Berasal dari Jayden Adams, Bintang Afrika Selatan di Piala Dunia 2026
- Surabaya Berduka! Andie Peci, Tokoh Bonek yang Berjuang untuk Persebaya, Meninggal Dunia
- 3 Tim Termahal Tembus Semifinal Piala Dunia 2026! Inggris, Spanyol dan Argentina
- Kasus Febrie Adriansyah Jadi Sorotan Nasional, Kronologi dan Dampaknya terhadap Penegakan Hukum
- Drama 120 Menit! Swiss Bermain dengan 10 Orang, Argentina Menggila di Extra Time
- Haaland Dibuat Buntu, Bellingham Menggila! Inggris Bangkit Dramatis ke Semifinal Piala Dunia 2026
- Inggris vs Norwegia: Duel Harry Kane Kontra Erling Haaland Panaskan Perempat Final Pildun 2026
- Drama 88 Menit! Mikel Merino Jadi Pahlawan, Spanyol Singkirkan Belgia, Menantang Prancis
- Utusan Indonesia Tiba di Iran, Bawa Misi Khusus Presiden Prabowo dalam Momen Bersejarah
AS Dibantai Belgia! Seluruh Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Resmi Gugur, Impian Juara di Kandang Sirna

ZONATODAY.COM – Mimpi tiga negara tuan rumah untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026 akhirnya benar-benar berakhir. Amerika Serikat menjadi negara penyelenggara terakhir yang tersingkir setelah menelan kekalahan telak 1-4 dari Belgia pada babak 16 besar. Hasil tersebut melengkapi kegagalan Kanada dan Meksiko yang lebih dulu angkat koper, sehingga untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen dengan tiga tuan rumah, tidak satu pun negara penyelenggara mampu menembus babak perempat final.
Pertandingan yang berlangsung di hadapan puluhan ribu pendukung Amerika Serikat sejak awal diprediksi berlangsung ketat. Dukungan publik tuan rumah memenuhi stadion dengan harapan Christian Pulisic dan rekan-rekannya mampu menciptakan sejarah. Namun kenyataan di lapangan justru berkata lain. Belgia tampil jauh lebih efektif, tenang, dan memanfaatkan hampir setiap peluang yang mereka miliki.
Belgia Tampil Lebih Matang
Sejak menit-menit awal, Belgia langsung mengambil inisiatif permainan. Tim berjuluk Setan Merah tersebut menguasai lini tengah dan memaksa Amerika Serikat lebih banyak bertahan. Serangan demi serangan akhirnya membuahkan hasil ketika Charles De Ketelaere membuka keunggulan Belgia melalui penyelesaian akhir yang gagal diantisipasi penjaga gawang Amerika Serikat.
- Drama 5 Gol! The Three Lions Singkirkan Meksiko, Inggris Tantang Haaland di Perempat Final0
- Cuaca Makin Panas Saat Liburan! Kemenkes Ingatkan Bahaya Dehidrasi hingga Heat Stroke0
- Haaland Menggila! Dua Gol Bungkam Brasil, Norwegia Ukir Sejarah ke Perempat Final Piala Dunia 20260
- Strategi Roberto Martinez Taktik Portugal Bersama Cristiano Ronaldo Hancurkan Kroasia0
- Juli 2026 Jadi Surganya Pecinta Film! The Odyssey, Moana Live-Action hingga Horor Indonesia0
Keunggulan tersebut membuat Belgia semakin percaya diri. Mereka terus menekan pertahanan lawan dengan kombinasi permainan cepat dari sisi sayap dan umpan-umpan terukur yang menyulitkan lini belakang tuan rumah.
Amerika Serikat sempat mencoba bangkit melalui beberapa peluang yang dibangun Christian Pulisic dan Malik Tillman. Namun rapatnya organisasi pertahanan Belgia membuat upaya tersebut belum mampu mengubah keadaan.
Empat Gol Belgia Hancurkan Harapan Tuan Rumah
Memasuki babak kedua, Belgia semakin menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu tim unggulan. Charles De Ketelaere kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk gol keduanya pada pertandingan tersebut.
Belgia kemudian memperbesar keunggulan melalui Hans Vanaken sebelum Romelu Lukaku ikut menyumbangkan gol yang memastikan kemenangan timnya. Sementara Amerika Serikat hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas Malik Tillman yang sempat berubah arah sebelum masuk ke gawang Belgia.
Skor akhir 4-1 menjadi gambaran jelas bagaimana Belgia mampu mendominasi pertandingan. Efektivitas penyelesaian akhir dan pengalaman para pemain menjadi pembeda utama sepanjang laga.
Pochettino Akui Belgia Lebih Baik
Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, tidak menutupi rasa kecewanya seusai pertandingan. Ia mengakui Belgia memang tampil lebih baik dan pantas meraih kemenangan.
"Kami harus mengucapkan selamat kepada Belgia. Mereka bermain lebih baik daripada kami dan pantas menang. Hari ini bukan penampilan terbaik kami," ujar Mauricio Pochettino seusai pertandingan.
Pochettino juga menilai kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting bagi sepak bola Amerika Serikat. Menurutnya, pengalaman tampil sebagai tuan rumah harus dijadikan modal untuk membangun tim yang lebih kompetitif pada turnamen-turnamen internasional berikutnya.
Belgia Percaya Diri Tatap Perempat Final
Di kubu Belgia, kemenangan besar atas Amerika Serikat semakin meningkatkan kepercayaan diri tim. Pelatih Rudi Garcia memuji disiplin para pemain yang mampu menjalankan strategi dengan sangat baik sejak awal pertandingan.
Romelu Lukaku kembali membuktikan dirinya masih menjadi sosok penting di lini depan. Selain mencetak gol, penyerang berpengalaman tersebut beberapa kali membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk menciptakan peluang berbahaya.
Kemenangan atas Amerika Serikat membawa Belgia melaju ke babak perempat final dengan modal kepercayaan diri tinggi. Tantangan berikutnya dipastikan tidak akan mudah karena level persaingan semakin meningkat.
Seluruh Tuan Rumah Resmi Tersingkir
Kekalahan Amerika Serikat sekaligus mencatatkan fakta menarik dalam sejarah Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Kanada lebih dulu tersingkir setelah dikalahkan Maroko, sedangkan Meksiko harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor tipis 2-3.
Dengan hasil tersebut, ketiga negara penyelenggara resmi mengakhiri perjalanan mereka sebelum babak delapan besar. Padahal, banyak pengamat sempat berharap faktor bermain di kandang sendiri mampu menjadi keuntungan besar bagi Amerika Serikat, Kanada, maupun Meksiko.
Namun sepak bola kembali membuktikan bahwa dukungan suporter saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan. Konsistensi permainan, kualitas individu, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang tetap menjadi faktor utama dalam menentukan hasil akhir.
Piala Dunia 2026 Semakin Sulit Diprediksi
Gugurnya seluruh tuan rumah membuat persaingan menuju gelar juara semakin terbuka. Tim-tim unggulan Eropa masih mendominasi, sementara sejumlah negara kejutan juga terus menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen.
Bagi Amerika Serikat, kekalahan ini memang menyakitkan. Namun tampil hingga babak 16 besar tetap menjadi pengalaman berharga bagi skuad muda yang diproyeksikan menjadi kekuatan baru sepak bola dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Sementara itu, Belgia kembali menunjukkan bahwa pengalaman dan kedewasaan bermain di turnamen besar masih menjadi modal utama mereka untuk terus melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Hashtag: #USAvsBelgia #Belgia #AmerikaSerikat #PialaDunia2026 #WorldCup2026 #TuanRumahGugur #RomeluLukaku #CharlesDeKetelaere #MauricioPochettino #FIFAWorldCup #SepakBolaDunia #BreakingNews #ZonaToday #WorldCupNews #Football











